Guardiola Puji Penampilan Zinchenko Yang Menawan

Guardiola Puji Penampilan Zinchenko Yang Menawan
Tidak dipungkiri lagi bahwa nantinya pelatih Manchester City, Josep Guardiola, harus kehilangan dua bek kiri utamanya saat jumpa Brighton and Hove. Akan tetapi menghadapi hal ini dirinya mampu menemukan solusi yang disebutnya brilian pada sosok pemain Oleksandr Zinchenko. Selanjutnya juga Manchester City berjumpa Brighton pada pekan ketujuh Premier League, Sabtu (29/9) malam WIB. Dimana pada akhirnya Man City menang dengan skor 2-0. Terlebih lagai pada laga ini, Zinchenko ditampilkan sejak menit pertama oleh Guardiola di posisi bek kiri.

Dengan demikian apa yang menjadi keputusan Guardiola memainkan Zinchenko di posisi bek kiri tidak lepas dari absennya dua bek kiri utama yakni Benjamin Mendy dan Fabian Delph. Kedua pemain tersebut dalam kondisi cedera dan butuh waktu untuk perawatan. Sementara itu Zinchenko sendiri secara natural posisi terbaiknya bukan di sektor bek kiri. Pemain asal Ukraina tersebut lebih fasih jika bermain di posisi gelandang. Tapi, penampilannya sebagai bek kiri sangat bagus.

Walaupun tidak bermain di posisi terbaik akan tetapi Zinchenko mampu menjawab kepercayaan yang diberikan oleh Guardiola. Manajer asal Spanyol tersebut pun memberikan pujian dengan menyebut penampilan Zinchenko dengan label brilian.

“Dia bermain benar-benar brilian. Fabian Delph tidak mungkin bermain dan Mendy memang berlatih dengan baik. Tapi, saya tidak tahu apakah dia [Mendy] akan bermain lawan Hoffenheim. Kami masih punya Zinchenko,” demikian pujian yang diberikan oleh Guardiola untk Zinchenko.

Disamping itu Pep Guardiola menyadari bahwa keputusannya memainkan Zinchenko di laga Premier League pasti mengejutkan banyak pihak. Tapi, dia sejak awal tidak pernah ragu pada pemain 21 tahun. Guardiola yakin jika Zinchenko memang layak bermain.

“Semua pemain bagian dari tim. Banyak orang yang tidak menyangka Zinchenko akan bermain. Tapi, dia bermain bagus. Dia sudah bermain bagus di Carabao Cup lawan Oxford United. Jadi, dia memang pantas untuk bermain,” tegas Guardiola.

Scholes : Pergantian Pelatih Belum Tentu Atasi Masalah MU

Scholes : Pergantian Pelatih Belum Tentu Atasi Masalah MU
Salah satu Legenda Manchester United, Paul Scholes angkat bicara mengenai situasi mantan timnya saat ini. Scholes menilai pergantian manajer di tubuh MU belum tentu mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di tubuh setan merah. Semua juga mengetahui kondisi bahwa untuk saat ini Manchester United tengah mengalami situasi yang buruk. Mereka menelan rentetan hasil yang kurang maksimal belakangan ini, di mana yang terbaru mereka harus tumbang di tangan West Ham United dengan skor 3-1.

Tentu saja hasil buruk yang menimpa setan merah itu membuat para fans MU bergejolak. Dan sudah barang tentu mereka pun mulai menuntut agar Jose Mourinho dilengserkan dari jabatannya sebagai manajer setan merah. Akan tetapi Scholes menilai pergantian manajer belum tentu mengatasi problematika yang dihadapi mantan timnya saat ini. Scholes menilai rentetan hasil buruk yang diraih setan merah nampaknya bukan hanya salah sang manajer saja.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi di sana. Jika anda melihat permainan mereka, anda bisa merasakan ada sesuatu yang sangat salah terjadi pada tim mereka. Pada akhirnya, siapakah yang salah? Apakah ini salah pemainnya atau salah manajernya? Saya tidak tahu hal itu.” ujar Scholes.

Memang untuk sejauh ini ada beberapa pelatih top yang dikabarkan akan menjadi pelatih baru setan merah akan tetapi Paul Scholes menilai pergantian pelatih belum tentu menyelesaikan masalah Manchester United.

“Jika klub memutuskan untuk mengganti manajer mereka, maka siapakah manajer bagus yang tersedia saat ini? Pertanyaannya saat ini siapa yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik tim ini. Jika mereka mendatangkan Pochettino atau Zidane, apakah para pemain mereka bisa bermain baik di bawah mereka?” tandasnya.

Mourinho Lebih Konsentrasi Hadapi West Ham

Mourinho Lebih Konsentrasi Hadapi West Ham
Kabar tentang Jose Mourinho dan Paul Pogba memang belum menemukan titik terang. Hingga akhirnya sang Manajer Manchester United, Jose Mourinho menyatakan tak ada pemain yang lebih besar dari klub ketika ditanya soal kabar konflik antara dirinya dengan gelandang Paul Pogba. Padahal seperti diketahui, hubungan Pogba dan Mourinho makin memanas dalam satu pekan terakhir. Mou kabarnya memarahi Pogba karena menjadi penyebab United gagal meraih poin penuh dalam laga kontra Wolverhampton.

Tentu saja Pogba pun kemudian merespon dengan secara terbuka mengkritik taktik bertahan Mourinho. Tak berselang lama, Mou membalas dengan mencopot jabatan wakil kapten Pogba. Memang beberapa waktu lalu muncul sebuah video yang memperlihatkan Mourinho tengah berdebat dengan Pogba dalam sesi latihan tim. Mou pun menegaskan bahwa status Pogba tak lebih besar ketimbang klub.

“Tak ada pemain yang lebih besar daripada klub dan jika saya senang dengan kinerjanya, maka ia bermain. Jika saya tak senang, ia tak bermain. Manchester United lebih besar daripada siapa pun dan saya harus mempertahankannya,” jelas Mourinho.

Untuk selanjutnya Mourinho menegaskan tekadnya untuk bangkit dari rentetan hasil kurang menggembirakan ketika Setan Merah melawat ke markas West Ham, Sabtu (29/9).

“Setelah hasil imbang pada Selasa [vs Derby County] ya, imbang di kandang lawan tim Championship, tim Championship yang bagus, tapi melawan tim Championship bukanlah hasil yang bagus bagi kami. Sama seperti hasil imbang lawan Wolves, tim bagus tapi tim yang harusnya kami kalahkan di Old Trafford. Lima laga pada September, nol kekalahan, tiga kemenangan, dua imbang, tapi tak cukup bagus dan tentu kami ingin mengakhiri September dengan pertandingan bagus, penampilan bagus dan hasil yang bagus,” tegasnya.

Sarri Yakin Jika Pasukan Klopp Berjaya Di Premier League

Sarri Yakin Jika Pasukan Klopp Berjaya Di Premier League
Perlu diketahui jika sosok Manajer Chelsea Maurizio Sarri menjagokan Liverpool untuk jadi juara Premier League musim ini. Memanga untuk musim ini di pentas Premier League Liverpool tampil sangat solid. Apa yang menjadi performa mereka merupakan yang terbaik dari musim-musim mereka sebelumnya.

Sementara itu juga pasukan Jurgen Klopp telah tampil lebih bagus dari tim-tim besar lainnya di Premier League. Termasuk juga lebih bagus dari Chelsea jika dilihat dari papan klasemen sekarang ini. Tidak heran jika Liverpool duduk di posisi nomor satu dengan raihan 18 poin dari enam pertandingan. Sementara itu Chelsea di posisi kedua dengan koleksi 16 angka dari jumlah laga yang sama.

Untuk akhir pekan ini Liverpool akan bertandang ke markas Chelsea di matchday 7 EPL. Jelang laga itu, Sarri ditanya apakah ia terkejut dengan The Reds yang tak pernah jadi juara liga selama 28 tahun.

“Ya, itu sangat aneh, tapi yang penting adalah sekarang mereka siap (untuk jadi juara). Mereka tim papan atas. Mereka telah bekerja dengan pelatih yang sama selama empat musim; mereka siap sekarang untuk memenangkan Premier League,” tegas Sarri.

Diketahui juga jika pada tengah pekan kemarin, Chelsea bertandang ke markas Liverpool di ronde ketiga EFL Cup. Meski tampil solid, akan tetapi The Reds akhirnya kalah dengan skor 2-1. Namun pada saat itu Klopp banyak memainkan pemain lapis keduanya. bahkan seluruh pemain di barisan belakangnya adalah pemain yang kerap menghuni cadangan, termasuk sang kiper Simon Mignolet. Sementara itu untuk akhir pekan ini, Klopp pasti akan memainkan para pemain intinya. Dan menurut Sarri, pertandingan kali ini pasti akan berbeda dari sebelumnya dan jauh lebih sulit.

“Besok itu adalah pertandingan lain di kompetisi lain dengan starting XI yang berbeda. Saya pikir mungkin Liverpool dapat meningkatkan tekadnya setelah hari Rabu, itu adalah pertandingan yang sulit pada hari Rabu, dan itu akan menjadi pertandingan yang lebih sulit besok,” serunya.

Real Madrid Kemungkinan Tidak Bisa Rekrut Pavard

Real Madrid Kemungkinan Tidak Bisa Rekrut Pavard
Bukan hal yang terburu-buru pada saat raksasa Spanyol, Real Madrid dikabarkan ingin menambah amunisi lini pertahanan mereka. Tim berjuluk Los Blancos itu disebut tertarik merekrut Benjamin Pavard dari Stuttgart pada bulan Januari nanti. Sosok Pavard sendiri namanya meroket di Piala Dunia 2018 kemarin. Ia menjadi andalan Dider Deschamps di skuat Timnas Prancis yang berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2018 kemarin.

Tentu saja berkat performa impresifnya tersebut, Pavard mulai banyak peminat. Beberapa klub top Eropa sudah mulai menghubungi Stuttgart untuk menanyakan ketersediaan Pavard di bursa transfer. Kabar pun mengatakan jika ada satu klub yang tengah gencar melakukan pendekatan terhadap Pavard. Klub itu adalah sang juara bertahan Liga Champions, Real Madrid. Kabarnya juga sosok Pavard dikejar Madrid sebagai langkah untuk meremajakan barisan pertahanannya.

Sementara itu kita semua tahu jika Sergio Ramos saat ini sudah semakin menua. Tahun ini ia sudah memasuki usia 32 tahun, sehingga performanya mulai menurun. Dengan demikian maka Pavard dinilai akan menjadi pengganti yang ideal untuk Ramos. Pavard juga bisa bermain sebagai bek kanan dan gelandang bertahan sehingga ia menjadi opsi yang menarik untuk Los Blancos. Akan tetapi ada pihak yang mengatakan bahwa peluang Real Madrid mendapatkan Pavard cukup kecil. Pasalnya sang pemain sudah memiliki klub destinasi karir berikutnya.

Perlu diketahui bahwa Pavard kabarnya masih ingin berkarir cukup lama di Jerman. Sang pemain disebut berambisi untuk memperkuat raksasa Jerman, Bayern Munchen. Pavard sendiri disebut tengah bernegosiasi dengan pihak Munchen untuk pindah ke Allianz Arena musim depan. Untuk itu peluang Madrid untuk mendapatkan sang bek cukup kecil. Sementara itu pihak Stuttgart sendiri dikabarkan sudah siap berpisah dengan Pavard. Mereka kabarnya siap melepas sang pemain dengan mahar sebesar 40 juta Euro.