Orasi Pogba Semangati Mental Rekannya

Orasi Pogba Semangati Mental Rekannya

Orasi Pogba Semangati Mental Rekannya
Gong dari semua pertandigan Piala Dunia 2018 adalah saat timnas Prancis akan bertemu dengan Kroasi. Dan seperti yang kita tahu bahwa pada akhirnya timnas Prancis berhasil menjuarai Piala Dunia 2018 Rusia karena memainkan sepak bola lebih baik. Tidak dipungkiri jika secara teknis, sepak bola memang olahraga fisik. Umpan dari kaki ke kaki, menyerang, dan mencetak gol.

Akan tetapi perlu diingat bahwa ada satu kekuatan yang lebih besar dari kemampuan fisik. Yakni mental yang kokoh. Secara mental terlihat bahwa Prancis lebih tangguh dari Kroasia. Hal itu terbukti pada penampilan kedua tim di lapangan, Kroasia sedikit mengendur saat tertinggal 1-4. Kekuatan mental Prancis itu ternyata bersumber dari salah satu pemainnya, Paul Pogba. Gelandang serbabisa ini menjelma sebagai pemimpin di skuat Prancis.

Sebagaimana yang kita tahu bahwa Pogba memang bukan ahli taktik yang menyarankan cara bermain pada rekan setimnya. Lebih dari itu, Pogba adalah seorang orator jempolan, orasinya meledak-ledak, meningkatkan mental setiap pemain, membuat bulu kuduk merinding. Pogba tak hanya sekali melakukannya, di laga final lawan Kroasia, orasinya lebih berapi-api.

“Kawan-kawan, saya tak ingin berbicara banyak. Kita semua tahu di mana kita saat ini. Kita semua tahu apa yang kita inginkan. Kita tahu sejauh apa kita sudah melangkah. Kita tahu itu di dalam hati, di mata kita. Saya bisa melihatnya, kawan. Kita berkonsentrasi penuh. Kita tidak bisa melupakan. Mungkin saya mengulang perkataan saya, kita hanya 90 menit dari kemungkinan membuat sejarah. 90 menit, satu laga.” kata Pogba.

“Satu pertandingan, saya tidak tahu berapa banyak pertandingan yang sudah kita mainkan sepanjang karier, namun satu pertandingan ini mengubah semuanya. Ini mengubah seluruh sejarah. Ada dua tim, hanya ada satu trofi. Bagi mereka pun demikian, mereka menginginkannya. Kita tahu, kita kalah di final (Euro 2016), kita tahu itu. Kita merasakannya di sini (menunjuk dada), itu masih ada di kepala kita. Hari ini kita tidak akan membiarkan tim lain mengambil apa yang seharusnya milik kita. Malam ini, saya ingin kita menjadi memori seluruh rakyat Prancis yang menonton kita anak-anak mereka, cucu mereka, bahkan cicit mereka saya ingin kita masuk lapangan sebagai pejuang, sebagai pemimpin.” tambahnya tegas.

Hal ini dikarenakan membela Prancis di Piala Dunia 2018 telah berperan penting bagi Pogba. Dia banyak belajar, dia kian dewasa, Pogba sudah menjelma menjadi pemimpin. Memang benar kapten timnas Prancis secara resmi adalah Hugo Lloris, namun Pogba juga sama pentingnya.

Hal ini juga ditegaskan oleh bek Prancis, Adil Rami: “Saya tidak tahu bagaimana dan saya tidak tahu dari mana, dia (Pogba) sudah menjadi pemimpin. Dia membuktikan itu pada kami, dia menunjukkannya,” tutup Rami.

Leave a Reply

%d bloggers like this: