Mbappe Semangat Hadapi Serie A Dengan Hadirnya Ronaldo

Mbappe Semangat Hadapi Serie A Dengan Hadirnya Ronaldo
Diakui oleh salah satu pemain muda PSG, Kylian Mbappe bahwa dirinya sudah mengikuti perkembangan Serie A sejak lama. Dan kehadiran Cristiano Ronaldo di Juventus membuat dirinya makin antusias menyaksikan kompetisi bergengsi di Italia tersebut. Memang kemajuan dari Juventus membuat publik gempar pada bursa transfer musim panas kemarin dengan menghadirkan Ronaldo di Turin. Juara bertahan Serie A itu mendatangkannya dari Real Madrid dengan mahar sebesar 100 juta euro. Sehingga sudah pasti seluruh perhatian penikmat sepak bola pun kembali mengarah ke Serie A. Seperti yang diketahui, pamor kompetisi itu sempat menurun lantaran kasus Calciopoli yang melanda pada tahun 2006 silam.

Sebagaimana diketahui bahwa Kylian Mbappe merupakan pengikut sejati Serie A sejak lama, walaupun Ronaldo belum menginjakkan kaki di Turin. Akan tetapi dengan kehadiran idolanya tersebut membuatnya semakin antusias untuk mengikuti Juventus dan klub Italia lainnya.

“Cristiano Ronaldo di Juventus? Pertama-tama, dia membawa sepak bola Italia maju. Serie A selalu menjadi liga yang hebat, tetapi belakangan ini kehilangan sedikit gengsinya. Dengan Ronaldo, orang-orang akan kembali bersemangat lagi. Saya sudah mengikuti Serie A, tetapi sekarang saya melakukannya dengan rasa ketertarikan lebih besar,” jelas Mbappe.

Untuk selanjutnya Kylian Mbappe semakin yakin Bianconeri akan jauh lebih kuat dengan adanya Ronaldo di lini depan. Ia juga percaya semua klub, tak hanya dari Italia saja, akan mempelajari Juventus dengan lebih serius.

“Ronaldo membawa sesuatu yang hebat untuk Juventus. Bianconeri tidak jauh dari kata komplit. Itu telah ditunjukkan dalam beberapa laga final yang mereka mainkan tanpa Ronaldo. Dengannya, Juventus mendapatkan kekuatan lebih. Semua tim besar harus mempelajari Bianconeri dengan rasa perhatian yang lebih besar sekarang,” tutupnya.

Akan tetapi apa yang menjadi harapan para pendukung Juventus melihat nama Ronaldo di papan skor masih belum terwujud hingga sekarang. Namun dirinya diyakini akan kembali tampil dalam laga lanjutan Serie A akhir pekan nanti dengan Sassuolo sebagai lawannya.

Teves Minta Messi Jangan Berhenti

Teves Minta Messi Jangan Berhenti
Masalah umur dan juga kondisi kekecewaan karena kekalahan yang selalu menimpa timnas tentu saja akan menjadi alasan sang pemain menjadi pengunduran diri. Untuk itulah maka Carlos Tevez menyarankan kepada Lionel Messi agar tidak pensiun dari timnas Argentina setelah gagal di Piala Dunia 2018.

Memang pada musim panas ini tim Tango berhasil meloloskan dirinya ke Rusia. Di sana tim asuhan Jorge Sampaoli ini tergabung di Grup D. Terlebih lagi pada saat itu Argentina tergabung bersama Islandia, Kroasia dan Nigeria. Tim Tango akhirnya berhasil lolos di detik-detik akhir sebagai runner-up. Sampai pada selanjutnya di babak 16 besar, Argentina dipertemukan dengan timnas Prancis. Pertandingan ini berlangsung dengas seru.

Pada saat itu tentu saja sempat terjadi kejar-mengejar gol. Akan tetapi pada akhirnya Prancis berhasil memenangi laga itu dengan skor 4-3. Dan hasil buruk ini menambah luka Messi. Sebab daftar kegagalannya bersama Argentina semakin panjang. Sehingga dimungkinkan ini adalah salah satu alasan yang membuat Messi akan pensiun dari timnas, sekali lagi. Apalagi usianya sudah mencapai 31 tahun.

Oleh karena itu maka Teves kemudian berharap Messi tak benar-benar pensiun lagi. Di sisi lain ia juga menghimbau semua pihak agar turun tangan membantunya membawa Argentina meraih prestasi kedepannya.

“Saya pikir Leo harus memikirkan dirinya sendiri. Ia harus berpikir bahwa, jika tidak ada proyek yang membuatnya bahagia dan di mana ia merasa nyaman, sangat sulit untuk mengambil tanggung jawab memimpin Argentina untuk menjadi juara dengan sendirian. Kami membuang-buang banyak waktu tidak membuatnya bahagia dan tidak mampu memberikan bantuan untuk mencapai target itu. Saya pikir kami salah karena tidak bisa membantunya merasa nyaman,” jelas Teves.

Tentu saja Tevez berharap Messi mau berpikir dengan tenang saat memutuskan masa depannya. Ia berharap La Pulga tetap bermain bersama timnas untuk beberapa tahun ke depan karena ia mewakili semangat besar pecinta sepakbola Argentina.

“Sebagai pemain dan sebagai seorang asal Argentina saya mengatakan kepadanya bahwa kita membutuhkan dirinya, bahwa ia mencoba untuk beristirahat, bahwa ia harus tetap berpikir dengan kepala dingin dan bahwa kita membutuhkannya. Kami membutuhkannya karena ia adalah jiwa Argentina dan, selama ia terus bermain sepakbola, itu harus seperti itu karena ia adalah idola terbesar Argentina dan ia harus mengambil tanggung jawab itu,” terangnya.

“Sekarang (saya katakan padanya) untuk beristirahat, tetap tenang dan mencoba untuk tetap sehat, kemudian kita perlu dirinya untuk mengambil alih dan berada di lapangan.” tutupnya.

Gol Pavard Selamatkan Prancis Di Piala Dunia 2018

Gol Pavard Selamatkan Prancis Di Piala Dunia 2018
Keberhasilan pasukan Deschamps tentu saja patut dibanggakan. Dengan demikian maka Prancis berhasil melalui ujian berat di Piala Dunia. Prancis sukses meraih kemenangan 4-3 dalam pertandingan yang sangat dramatis dan menarik dengan berhasil mengalahkan Argentina. Dimana Prancis unggul lebih dulu melalui penalti Antoine Griezmann. Argentina bisa membalik situasi lewat gol Angel Di Maria dan Gabriel Mercado. Tapi Golazo Benjamin Pavard serta dua gol Kylian Mbappe memastikan Prancis yang melaju ke perempat final meski Sergio Aguero mampu mencetak gol pada injury time.

Untuk pemain baru seperti Pavard gol itu terasa sangat istimewa. Karena gol itu juga menjadi yang pertama Pavard bagi Les Bleus. Dimana tiga bulan yang lalu Pavard merupakan pemain yang belum banyak dikenal oleh publik sepakbola dunia. Mungkin hanya pecinta Bundesliga saja yang tahu dengan kemampuan eks bek Lille yang bermain bagi Stuttgart ini. Pavard sendiri mengaku masih emosional dengan golnya itu.

Apa yang menjadi gol Pavard memang luar biasa indah. Mendapatkan umpan dari sisi kiri, Pavard melepas tembakan first time dengan sisi luar kaki kanannya. Bola melintir dan berbelok masuk ke pojok atas gawang Armani.

“Dalam Bahasa Jerman, kami menyebutnya sebagai Tor. Bisa mencetak gol seperti itu… saya masih tidak bisa mendeskripsikannya. Saya masih merasa emosional. Bola bergulir mendatangi saya. Saat itu saya bahkan tidak sempat berpikir. Saya cuma ingin bisa menendangnya dan menjaganya agar tidak melambung tinggi. Saya mencoba mengarahkan bola ke arah kedatangannya, seperti yang selalu dikatakan oleh rekan-rekan penyerang saya. Saya tidak memikirkannya, tapi ketika bola masuk, saya merasa sangat bahagia.” tegas Pavard.

Pada saat bergabung dengan timnas Prancis ia menempati posisi bek kanan. Wajar saja jika Pavard tak banyak mencetak gol serta tidak memiliki persiapan khusus untuk melakukan selebrasi.

“Setelah mencetak gol, insting pertama saya adalah langsung berlari menuju bench. Bagi saya, yang menang dalam laga tadi adalah seluruh tim dan juga para staf pelatih. Saya meluncur dengan lutut saya dan kemudian semua orang mengerumuni. Saya tak biasa mencetak gol, jadi saya tidak punya selebrasi tertentu.” tambahnya.

Tapi Pavard juga sempat kedapatan membuat tanda hati dengan tangannya. Ia mengaku bentuk hati itu adalah ekspresi cintanya kepada keluarga dan kekasihnya.

“Ya memang benar saya melakukannya. Itu untuk kekasih saya yang ada di bangku penonton. Lalu saya juga menelepon orangtua saya karena jika mereka tidak menempuh semuanya yang sudah mereka lalui, saya tidak akan berada di sini. Mereka lah yang mengajari saya untuk memiliki determinasi positif, untuk memberikan segalanya, terutama ayah saya. Mereka sudah lama mendukung saya, jadi gol tadi juga hadiah untuk mereka.” tutup Pavard.

Fazio Katakan Argentina Lebih Baik Saat Hadapi Nigeria

 Fazio Katakan Argentina Lebih Baik Saat Hadapi Nigeria
Perjuangan yang dilakukan oleh timnas Argentina dirasakan oleh bek Argentina, Federico Fazio telah menampilkan sikap yang lebih baik saat mengalahkan Nigeria 2-1 di laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2018 Rusia. Dirinya juga menilai para pemain Argentina sudah banyak berubah dari dua hasil buruk sebelumnya.

Sebagai bukti juga di laga tersebut Lionel Messi akhirnya mencetak gol setelah terus dikritik. Kemenangan Argentina pun ditentukan oleh gol Marcos Rojo di penghujung laga. Dengan sukses maka timnas Argentina akhirnya berhasil lolos ke babak 16 besar.

Keberhasilan ini menurut Fazio dikarenakan bahwa timnya sudah lebih baik dan banyak belajar saat dikalahkan Kroasia 0-3. Dia pun percaya jika sikap tersebut akan jadi modal berharga Argentina menghadapi Prancis di 16 besar nanti. Dan Fazio menilai timnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus menjaga sikap tersebut di fase gugur nanti, ketika laga lebih sulit dari fase grup.

“Saya rasa kami sudah menunjukkan sikap lebih baik di pertandingan terakhir, tidak hanya darinya (Messi) melainkan dari seluruh tim, semua pemain. Saya pikir kami bermain baik melawan Kroasia, tetapi di laga ketiga ini, saya pikir gol pertama mereka melukai kami, tetapi kami sudah tahu dari awal bahwa segalanya dipertaruhkan dan apa yang akan terjadi jika kami kalah.” kata Fazio.

Fazio juga merasa jika timnya bisa bermain lebih menyatu dan berkomitmen pada perannya masing-masing. Dia beranggapan hal ini banyak membantu Messi bermain semaksimal mungkin.

“Kami menampilkan tim yang berkomitmen, berjuang bersama dengan sikap yang lebih baik, dan itu adalah sesuatu yang juga membantu Leo,” tutup dia.

Untuk selanjutnya setelah menghadapi kesulitan di fase grup, kemampuan Argentina akan menghadapi ujian sesungguhnya saat melawan tim kuat Prancis di babak 16 besar, Sabtu (30/6) malam WIB.

Mascherano Puas Setelah Kalahkan Nigeria

Mascherano Puas Setelah Kalahkan Nigeria
Pada akhirnya Argentina pun beranjak untuk mengikuti para senior yang lainnya bergegas untuk masuk pada babak yang lebih tinggi. Ini juga yang dirasakan oleh gelandang Timnas Argentina, Javier Mascherano saat dirinya mengaku puas dengan kemenangan timnya atas Nigeria dini hari tadi. Mascherano menilai timnya memang layak untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia 2018.

Terlihat juga bagaimana timnas Argentina sendiri berada dalam tekanan besar dalam laga kontra Nigeria dini hari tadi. Jika mereka kehilangan poin pada laga tersebut, maka mereka dipastikan harus angkat koper lebih dahulu dari Rusia. Namun ternyata pada kenyataannya laga terakhir grup C itu berjalan sengit. La Albiceleste berhasil menyudahi perlawanan The Super Eagles berkat gol telat Marcos Rojo di menit 86. Oleh karena itu Mascherano pun percaya bahwa timnya benar-benar layak untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

“Jika kami tereliminasi, maka itu akan menjadi hasil yang tidak adil bagi kami. Pertandingan ini merupakan pertandingan yang tidak kenal ampun. Saya bisa saja bertanggung jawab atas kegagalan Argentina karena penalti itu dan juga karena saya adalah salah satu pemain tertua di tim ini.” tegas Mascherano.

Tidak lupa juga Mascherano mengingatkan rekan-rekan setimnya bahwa langkah mereka di fase gugur akan semakin berat, sehingga mereka harus membenahi permainan mereka.

“Saya rasa tidak baik bagi kami untuk terus bergantung pada aksi-aksi heroik. Kami harus tetap kompetitif. Kami tidak bisa meminta bantuan orang lain. Kami tidak bermain dengan bagus dan kami harus berbenah untuk pertandingan berikutnya.” tutupnya.

Selanjutnya timnas Argentina sendiri ditunggu lawan yang berat di babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini. Mereka akan menghadapi Timnas Prancis yang merupakan juara dari grup C.