Mou Bidik Bek Tengah Baru Dari Madrid

Mou Bidik Bek Tengah Baru Dari Madrid
Raphael Varane dalam waktu dekat dikabarkan akan memasuki babak baru. Bek Real Madrid itu kabarnya membuka diri untuk bergabung dengan Manchester United di tahun 2019 mendatang. Diketahui bahwa selama bursa transfer musim panas ini, United cukup sering diberitakan mencari bek tengah baru. Jose Mourinho kabarnya tidak puas dengan kualitas pemain bertahan yang ia miliki sehingga ia berburu bek tengah baru. Akan tetapi ternyata pada bursa transfer kemarin, United gagal mendapatkan bek tengah baru. Jose Mourinho kabarnya tidak puas dengan hal itu dan ia berencana untuk membeli bek tengah baru lagi tahun depan.

Selanjutnya Mourinho dikabarkan sudah memiliki target yang akan ia kunci. Dirinya sedang berusaha untuk mendatangkan Raphael Varane dari Real Madrid tahun depan. Nama Varane sendiri sejatinya bukan target transfer baru bagi Manchester United. Sang pemain sudah menjadi incaran setan merah sejak Sir Alex Ferguson masih melatih mereka. Pada saat Jose Mourinho menjabat pelatih MU dua tahun yang lalu, ia dikabarkan juga mengincar Varane. Ia juga dua tahun terakhri disebut aktif merayu sang pemain agar pindah ke Old Trafford.

Mourinho sendiri memang merupakan sosok yang spesial bagi Varane. Pasalnya pelatih asal Portugal itu merupakan pelatih yang mengorbitkannya di tim utama Real Madrid pada saat ia masih melatih Karim Benzema dan kolega. Varane sudah mendengar tawaran dari Mourinho tersebut, dan ia kabarnya merasa tertarik untuk pindah ke Old Trafford. Selain itu juga Varane sendiri merasa tertantang untuk bermain di Premier League. Ia ingin menguji kemampuannya di Liga tersulit di dunia tersebut.

Tahap berikutnya pun dikabarkan jika Varane sudah mengatakan kepada Mourinho bahwa ia ingin pergi ke United, di mana ia baru akan bergabung dengan setan merah pada musim panas tahun 2019 mendatang. Melihat kenyataan itu Real Madrid sendiri kabarnya tidak akan tinggal diam untuk membiarkan Varane pergi. Mereka kabarnya akan mematok harga sekitar 100 juta euro agar United menjauh dari bek Timnas Prancis tersebut.

Sane Masih Bertahan Di Chelsea

Sane Masih Bertahan Di Chelsea
Pada akhirnya tim Liga Inggris, Arsenal diminta untuk melupakan impian mereka untuk mendapatkan Leroy Sane dari Manchester City hal ini diungkapkan oleh salah satu pewarta yaitu Charles Watts. Diketahui jika Sane yang musim lalu menjadi pemain andalan City tengah mengalami situasi sulit di Etihad Stadium. Ia belum kunjung menjadi starter di tim utama Manchester City. Tentu saja ketidakjelasan nasib Sane di City menimbulkan sejumlah spekulasi. Salah satunya adalah Arsenal yang dirumorkan tertarik untuk merekrut sang winger pada musim dingin nanti. Akan tetapi dalam pandangan Watts, transfer itu tidak akan terjadi.

“Saya sendiri akan sangat senang jika itu [Sane ke Arsenal] terealisasi, namun saya itu tidak akan terjadi,” kata Watts.

Diketahui bahwa pada waktu itu Manchester City membayar sekitar 50 juta euro untuk mendatangkan Sane ke Etihad Stadium pada tahun 2016 silam. Dengan performa apik yang ditunjukan oleh sang pemain, Watts percaya bahwa Arsenal tidak akan mampu membelinya.

“Meski situasinya saat ini tidak begitu bagus bagi Sane, saya rasa City tidak akan mengijinkannya pergi terutama ke klub rival seperti Arsenal. Jika seandainya Manchester City mengijinkannya pergi, saya rasa transfer itu tidak akan pernah terjadi karena Arsenal tidak akan mampu membayarnya.” kata Watts.

Menanggapi hal itu maka beberapa hari yang lalu, Josep Guardiola angkat bicara mengenai situasi Leroy Sane di tim utama Manchester City. Dikabarkan jika Guardiola sendiri menyebut bahwa Sane tidak akan dijual dalam waktu dekat. Ia menilai sang pemain masih menajdi pemain yang penting bagi The Citizens. Oleh karena itu Pep sendiri juga meminta Sane untuk bertahan karena ia menilai pada bulan September ini Manchester City akan melakoni banyak laga dan ia memastikan Sane akan terlibat di dalamnya.

Dixon Nilai Emery Butuh Waktu Ubah Arsenal

Dixon Nilai Emery Butuh Waktu Ubah Arsenal
Pengamatan akan perkembangan klub Arsenal yang memiliki pelatih baru dilakukan oleh Lee Dixon. Dirinya pun mengklaim bahwa Unai Emery akan membutuhkan waktu paling tidak dua bursa transfer untuk bisa benar-benar membenahi skuat Arsenal. Sebagaimana kita tahu bahwa skuat Arsenal saat saat ini masih dalam masa adaptasi dengan manajer anyarnya, Emery. Manajer asal Spanyol itu sendiri sudah berusaha untuk secepatnya membenahi The Gunners agar tidak terpuruk seperti dalam dua musim terakhir.

Namun harus diakui bahwa sejauh ini hasilnya belum terlihat menggembirakan. Dalam empat pertandingan di pentas Premier League, mereka sudah kalah dua kali. Oleh karena itu maka apa yang menjadi kinerja Emery pun akhirnya mendapatkan kritikan. Tak sedikit yang menyebut permainan Arsenal sekarang ini tak beda dengan saat masih dipimpin oleh Arsene Wenger.

Berkaitan dengan hal itu maka Dixon mengatakan bahwa saat ini sebenarnya ada perkembangan yang cukup bagus di skuat Arsenal meski tak banyak yang bisa melihatnya. Namun ia merasa Emery baru akan benar-benar bisa membentuk The Gunners sesuai dengan keinginannya dalam dua musim ke depan.

“Saya masih punya kenalan beberapa orang di klub dan (dari mereka saya mendapat informasi) apa yang terjadi di lapangan latihan sangat menggembirakan. Itu adalah hal yang saya pegang untuk mengatakan ‘Tidak, tim ini akan menjadi lebih baik’. Ini tentang apakah para pemain dan pemain rekrutan dari sekarang hingga akhir musim, melalui bursa transfer lain dan dengan bursa transfer lain di musim panas, ia akan membutuhkan dua periode bursa transfer untuk menancapkan gaya mainnya di tim,” ujar Dixon akan Arsenal.

Dixon juga menambahkan bahwa ada hal lain yang harus dibenahi oleh Emery selain masalah taktik dan membongkar pasang tim. Ia menyebut mentalitas pemain juga harus diubahnya.

“Masuk empat besar sekarang terlihat sangat sulit. Jadi saya pikir harus ada banyak peningkatan, tidak hanya dengan personel yang berbeda selama beberapa tahun ke depan tetapi perubahan mentalitas yang berbeda yang membuat mereka sedikit lebih konsisten tanpa bola,” tutupnya.

Ozil Gugup Dan Keringat Dingin Bertemu Zidane

Ozil Gugup Dan Keringat Dingin Bertemu Zidane
Bagi seorang playmaker Arsenal, Mesut Ozil, ada satu momen yang paling penting dalam karirnya. Dan ternyata hal itu bukan saat meraih gelar juara, momen paling penting Ozil adalah saat berjumpa seorang Zinedine Zidane. Sebagaimana yang kita tahu bahwa sosok Zidane adalah idola Ozil saat masih kecil. Keduanya punya peran yang cukup identik di atas lapangan. Ozil dan Zidane adalah pemain dengan tipe playmaker, sang pengatur arah serangan dan memberi umpan-umpan kunci.

Tentu saja kesempatan bagi Ozil untuk bertemu Zidane untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 2010 silam. Saat itu, pasca tampil gemilang bersama Jerman di Piala Dunia 2010, Ozil dibeli oleh raksasa La Liga, Real Madrid. Ketika Ozil datang, Madrid dilatih oleh Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut didampingi oleh Zidane sebagai asisten pelatih. Secara otomatis, Ozil pun bertemu secara intens dengan pria asal Prancis. Dan Mesut Ozil adalah sosok yang selalu nampak tenang ketika berada di atas lapangan. Namun, kondisi yang berbeda terjadi ketika dia pertama kali berjumpa Zidane. Ozil mengaku gugup dan berkeringat.

“Saya sangat gugup ketika bertemu Zinedine Zidane, itu adalah hal yang paling penting bagi saya. Itu terjadi di ruang ganti. Mourinho membawanya sebagai asisten pelatih. Tentu saja tangan saya berkeringat. Anda ingin berbicara dengannya. Tapi, dia sangat santai dan seperti manusia biasa. Dia sangat senang dan saya merasa berkesan pada pertemuan pertama itu,” jelas Ozil.

Diakui juga oleh Ozil bahwa apa yang menjadi gaya bermainnya banyak dipengaruhi oleh Zidane. Sebab, sejak kecil dia memang mengidolakan sosok yang memberikan tiga gelar Liga Champions untuk Madrid sebagai pelatih tersebut.

“Ketika masih muda dan bermain dengan teman-teman saya, saya membeli jersey Zidane dan saya bermain sepertinya. Saat bertemu Zidane, saya masih berusia 20 atau 21 tahun dan itu perasaan yang sangat positif,” tandas Ozil.

Guendouzi Akui Arsenal Pilihan Hatinya

Guendouzi Akui Arsenal Pilihan Hatinya
Matteo Guendouzi adalah salah satu gelandang terbaru dari Arsenal. Dirinya mengungkapkan apa yang menjadi alasan untuk memilih Arsenal dikarenakan apa yang menjadi sejarah dari para pemainnya. Diketahui jika Guendouzi merupakan salah satu dari lima pemain yang diboyong manajemen Arsenal untuk memenuhi kebutuhan sang pelatih, Unai Emery. Ia didatangkan dari klub Ligue 2, FC Lorient, dengan mahar sebesar 7,2 juta poundsterling saja. Tentu saja dengan statusnya sebagai pemain tim yang berkompetisi di kasta kedua Prancis, tentunya harapan tinggi tidak disematkan ke pundaknya.

Terobosan yang telah dia lakukan adalah dengan berhasil menunjukkan penampilan gemilang dalam empat pertandingan Premier League terakhir. Ini juga yang membuat dirinya memilih The Gunners sebagai klub labuhan selanjutnya. Guendouzi mengatakan bahwa Arsenal merupakan tim idolanya dan terkesima dengan banyaknya pemain asal Prancis yang bersinar di sana.

“Arsenal ada di hati saya, klub yang saya dukung sejak kecil. Saya tumbuh menyaksikan, bersama kakek, video Vieira, Henry, dan lainnya. Pemain-pemain Prancis yang membuat sejarah. Saat saya tahu klub tertarik untuk membawa saya, saya pun tidak ragu. Ini dunia lain. Arsenal adalah klub historis, luar biasa, diketahui di seluruh dunia, salah satu yang terbaik di Eropa,” ungkap Guendouzi.

Pada saat Guendouzi ditanya mengenai perasaannya saat resmi menjadi penggawa anyar Arsenal, klub impiannya. Ternyata dirinya mengaku sulit dan kehabisan kata-kata untuk menjelaskannya.

“Sulit untuk dijelaskan, tetapi ini adalah dimensi yang berbeda. Lebih ketat dari segi permainan. Di liga Inggris, ada banyak pemain hebat di manapun, ini mengesankan. Tetapi saya terbiasa dengan cukup cepat, itulah yang paling penting. Semuanya tergantung saya untuk menjadi pemain yang konsisten, ini baru permulaan,” tutupnya.

Memang tidak bisa dipungkiri kehebatannya karena Guendouzi pun tak butuh waktu lama untuk memikat perhatian Unai Emery. Ia pun tampil sejak menit awal dalam empat pertandingan terakhir, termasuk kala The Gunners menghadapi dua klub besar Inggris, Manchester City dan Chelsea.