Kapten Timnas Israel Enggan Nyanyikan Lagu Kebangsaan

Kapten Timnas Israel Enggan Nyanyikan Lagu Kebangsaan

Kapten Timnas Israel Enggan Nyanyikan Lagu Kebangsaan
Tidak mudah rasanya dimana apa yang menjadi keyakinan akan berhadapan dengan hal yang berseberangan. Seperti yang dihadapi oleh pemain CSKA Moskwa, Bibras Natcho, yang memeluk agama Islam, baru-baru ini menjadi sorotan lantaran ditunjuk sebagai kapten timnas sepak bola Israel. Menanggapi hal ini bagi sebagian orang awam, mungkin penunjukan ini akan aneh karena mayoritas penduduk Israel berkeyakinan Yahudi.

Diketahui bahwa Bibras Natcho merupakan kapten muslim pertama di timnas Israel sejak Walid Badir yang memperkuat timnas Israel pada 1997-2007. Akan tetapi kemunculan dirinya sebagai kapten muslim di timnas Israel menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya yang menentang adalah legenda Israel yang pernah bermain di Celtic FC dan West Ham United, Eyal Berkovic, mengkritik Natcho karena enggan menyanyikan lagu kebangsaan Israel, Hatikvah. Menanggapi hal itu Natcho kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa menyanyikan lagu tersebut karena menyangkut keyakinannya.

“Saat saya masih muda, saya menyanyikan lagu itu. Namun saya tak mengerti apa arti di dalamnya. Sejauh yang saya mengerti, menyanyikan ‘nefesh yehudi homiyah’ (jiwa Yahudi masih merindukan), atau ‘eretz-Zion vi-Yerushalayim’ (tanah Sion dan Yerusalem) bukan bentuk menghargai lagu kebangsaan,” tutur Natcho.

Tentu saja apa yang menjadi penjelasan Natcho tentang lagu kebangsaan ini dibela legenda timnas Israel Eran Zahavi. Menurut Zahavi, timnas Israel bukan hanya milik orang Yahudi. Oleh sebab itu dia memaklumi keputusan Natcho tidak menyanyikan lagu kebangsaan Israel karena lirik dalam lagu Hatikvah berseberangan dengan keyakinan umat Islam.

Kontribusi Natcho untuk Israel bukan hanya sedikit. Natcho sudah menjadi langganan timnas Israel sejak kelompok umur 17 (2004) hingga senior (2010). Di level klub, Natcho telah mengoleksi banyak gelar sepanjang kariernya. Dia pernah memenangi Liga Rusia bersama CSKA pada musim 2015-2016, serta Piala Rusia (2011-2012) dan Piala Super Rusia (2012) bersama Rubin Kazan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: