Kala Loftus-Cheek Komentari Postur Busquets

Kala Loftus-Cheek Komentari Postur Busquets
Ada saja bahan pembicaraan seputar para pemain bola. Seperti yang belum lama ini dilakukan oleh Ruben Loftus-Cheek yang mengatakan bahwa perawakan Sergio Busquets kurang meyakinkan sebagai pesepakbola akan tetapi ia sangat mengagumi kelas gelandang Spanyol tersebut. Diketahui jika gelandang asal Chelsea itu baru saja menyaksikan langsung Busquets berlaga. Tepatnya saat Inggris berduel melawan Spanyol di Wembley di pentas UEFA Nations League.

Kabarnya pada saat itu pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Spanyol. Gol The Three Lions dicetak oleh Marcus Rashford sementara gol La Furia Roja dihasilkan oleh Saul Niguez dan Rodrigo. Posisi Loftus-Cheek pada saat itu memang sedang tidak main dan hanya duduk di bangku cadangan. Sementara itu Busquets sendiri bermain penuh selama 90 menit. Tentu saja pertandingan itu meninggalkan kesan tersendiri bagi Loftus-Cheek. Khususnya kesan yang didapatnya dari Busquets. Hingga akhirnya dia menganggap gelandang Barcelona itu sebagai sosok gelandang yang unik. Dalam artian, secara fisik ia tak terlihat seperti seorang pesepakbola.

“Tubuhnya tidak terlihat seperti tubuh seorang pemain bola, ia tinggi dan kurus, tapi ia sangat tajam dalam pikirannya,” ucap Loftus-Cheek akan sosok Busquets.

Selain itu juga sang pemain yang kini berusia 22 tahun ini juga menyebut Busquets memiliki teknik yang sangat hebat. Ia pun disebutnya bisa mengerjakan tugasnya dengan sempurna. Wajar jika Busquets kerap mendapatkan pujian akan penampilannya tersebut.

“Ia tahu apa yang ingin ia lakukan selanjutnya, tekniknya – ia tampak seperti punya banyak waktu dengan bola. Ia mengambil dua sentuhan atau satu sentuhan dan ia membuatnya terlihat sangat mudah. ​​Jika seorang pemain yang cepat dan kuat memiliki itu juga, Anda bisa mendominasi permainan,” tutup Loftus-Cheek.

Mou: Southgate Sukses Bawa Inggris Ke Piala Dunia

Mou: Southgate Sukses Bawa Inggris Ke Piala Dunia
Timnas Inggris memang telah memberikan prestasi yang luar biasa. Dengan berisikan materi skuat yang terbilang muda, timnas Inggris berhasil melaju jauh di Piala Dunia 2018. Hal inilah yang membuat pelatih Manchester United, Jose Mourinho, yakin dengan masa depan The Three Lions. Terlebih lagi setelah 28 tahun terlewati, Inggris pun akhirnya kembali menginjakkan kakinya di babak semifinal. Sayangnya, perjuangan skuat asuhan Gareth Southgate itu kandas karena tumbang di tangan Kroasia dengan skor 1-2.

Memang pada akhirnya Inggris gagal mencapai final, namun pencapaian Harry Kane dkk ini tetap mendapatkan pujian. Mereka berhasil melewati harapan para pendukung Inggris, yang sebelumnya ragu karena ada banyak pemain yang minim pengalaman. Hal inilah yang mendasari optimisme yang tampak dari seorang Mourinho kepada The Three Lions. Baginya, masa depan yang sedang menanti para punggawa Inggris terlihat cerah.

“Apa yang Inggris bawa pulang ke rumah adalah masa depan. Anda bisa merasa dan membaca hubungan antara Gary (Gareth Southgate), Steve (Holland, asisten pelatih) dan para pemain sangatlah bagus. Mereka punya dasar berkelanjutan. Normalnya Inggris dan tim lain, saat mereka gagal mendapatkan tujuan, mereka berubah. Tapi saya pikir Inggris punya semua alasan untuk tidak melakukannya, melanjutkan serta percaya dengan proses,” jelas Mourinho.

Karene walaupun didominasi oleh sosok muda, namun beberapa pemain yang dibawa oleh Southgate ke Rusia juga ada yang telah berumur. Bisa saja Piala Dunia 2018 menjadi yang terakhir untuk mereka, namun Mourinho tidak mengkhawatirkan hal tersebut.

“Ada tiga atau empat pemain yang tidak akan masuk dalam generasi selanjutnya, dan bisa dengan mudah digantikan oleh talenta lainnya di Premier League. Masa depan bisa jadi sangat bagus,” pungkasnya.

Selain itu juga ada beberapa pemain asuhan Mourinho, seperti Jesse Lingard dan Marcus Rashford, sukses menunjukkan tajinya di kompetisi bergengsi itu. Lingard bahkan berhasil mencuri perhatian Southgate dan tampil dalam enam pertandingan Inggris di Rusia.

Mou Harap FA Pertahankan Southgate

Mou Harap FA Pertahankan Southgate
Penampilan yang baik pada Piala Dunia 2018 rupanya tidak menjadi jaminan untuk para pelatih dan juga pemainnya menjadi hal yang paten. Ini juga yang membuat manajer Manchester United, Jose Mourinho, memberi saran agar FA tidak memberhentikan Gareth Southgate dari posisi sebagai manajer timnas. Sebab, Mou melihat ada masa depan cerah bersama Southgate.

Kerja keras yang dilakukan oleh Southgate di Piala Dunia 2018 memang mendapatkan sorotan yang cukup positif. Dengan skuat yang mengandalkan pemain muda dan minim pengalaman di turnamen besar, Inggris tampil di luar ekspektasi. Walaupun pada akhirnya hanya berada di ranking empat pada Piala Dunia 2018, Harry Kane dan kolega dinilai tidak tampil terlalu mengecewakan.

Selain itu juga terlihat bahwa dukungan agar Southgate tetap jadi pelatih bagi timnas Inggris pun terus mengalir. Pelatih berusia 47 tahun disebut telah sukses menghadirkan generasi baru di skuat Inggris. Salah satu pendukungnya yakni Mourinho. Dirinya menilai Southgate punya koneksi yang bagus dengan para pemain. Juga dengan para staf kepelatihan lain di timnas Inggris. Karena itu, The Special One ingin ada kelanjutan dari skuat yang diracik oleh Southgate.

“Inggris pulang dengan membawa tim yang punya masa depan. Anda bisa merasakan dan membaca detail hubungan Southgate dan Steve Holland (asisten manajer) dengan para pemain yang begitu bagus. Mereka punya dasar yang bagus untuk dilanjutkan. Biasanya, Inggris dan negara lain akan mengubah tim ketika gagal mencapai target. Tapi, saya pikir Inggris punya segala alasan untuk melanjutkan proses yang kini sedang dibangun,” jelas Mourinho singkat.

Karena itulah maka Mourinho yakin Inggris akan punya skuat yang tangguh untuk Euro 2020 atau Piala Dunia 2022 mendatang. Meskipun beberapa pemain akan pensiun, tapi eks manajer Chelsea yakin bahwa Southgate tidak akan kekurangan talenta terbaik.

“Ada tiga atau empat pemain yang tidak akan ada di generasi berikutnya. Tapi, itu bisa digantikan dengan muda oleh talenta lain di Premier League. Masa depan Inggris sangat baik,” ucap Mourinho.

Namun perlu juga diketahui bahwa dalam skuat Inggris di Piala Dunia 2018, ada beberapa pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun. Mungkin akan sulit bagi mereka untuk kompetitif pada turnamen besar lain dan bahkan akan pensiun setelah Piala Dunia 2018. Antara lain Gary Cahill (32 tahun), Ashley Young (33 tahun), Jamie Vardy (31 tahun).

Akan tetapi ada beberapa pemain akan tetap jadi pilar utama Skuat Tiga Singa antara lain: Harry Kane (24 tahun), Marcus Rashford (20 tahun), Dele Alli (22 tahun), Raheem Sterling (23 tahun), John Stones (24 tahun) dan juga Jordan Pickford (24 tahun).

Southgate Ingin Inggris Sampai Babak Final

Southgate Ingin Inggris Sampai Babak Final
Kesuksesan timnas Inggris dalam Piala Dunia 2018 kali ini memang patut diacungi jempol. Oleh karena itu juga maka sang pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate merasa senang dengan kemenangan timnya atas Timnas Kolombia dini hari tadi. Southgate menyebut ia masih ingin lebih lama berada di Rusia dan ia ingin timnya melaju sejauh mungkin. Sejauh ini timnas Inggris berhasil mengamankan satu tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2018. Mereka berhasil mengalahkan Timnas Kolombia pada babak 16 besar dini hari tadi.

Apa yang menjadi kemenangan Inggris itu bisa dikatakan cukup dramatis. Pasalnya mereka harus melalui babak adu penalti untuk menjadi tim terakhir yang masuk ke babak 8 besar. Karena itulah Gareth Southgate sendiri merasa puas dengan kemenangan tersebut.

“Kami bermain dengan sangat baik selama 90 menit,” kata Gareth Southgate.

Pada saat berhadapan dengan Kolombia sebenarnya Inggris bisa menang di waktu normal berkat gol Harry Kane. Namun Kolombia yang pantang menyerah berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir laga sehingga pertandingan harus berlanjut lebih lama. Sehingga Southgate sendiri mengakui bahwa timnya telah memberikan reaksi yang baik setelah kebobolan di menit-menit akhir.

“Kami menunjukan ketenangan yang baik setelah mendapatkan kekecewaan yang besar karena kebobolan itu. Kami tetap tenang di sisa pertandingan dan semua pemain dan juga staff kami pantas mendapat kredit yang besar untuk itu. Babak adu penalti sangat sulit. Kami harus berbicara panjang lebar untuk bagaimana memenangkan adu penalti tersebut. Namun pemain kami tetap tenang dan mereka melakukan yang terbaik dan ini adalah momen yang spesial bagi kami. Kami berhasil mengamati teknik mereka, dan kami bersatu sebagai sebuah tim” jelas Southgate akan finalti yang dirasa cukup berat bagi timnya tersebut.

Southgate kini berharap timnya bisa fokus di babak perempat final nanti saat menghadapi Timnas Swedia.

“Saat ini merupakan momen yang spesial bagi kami dan sekarang saya memikirkan pertandingan melawan Swedia. Saya masih belum mau pulang sekarang!.” tandasnya.

Southgate Kecewa Inggris Kalah Dari Belgia

Southgate Kecewa Inggris Kalah Dari Belgia
Tidak mudah memang untuk dapat mencerna jika kekalahan telah menimpa timnas yang telah berusaha keras agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini juga terjadi pada pelatih Inggris, Gareth Southgate menyatakan dirinya dan timnya kecewa setelah menelan kekalahan 0-1 dari Belgia dalam matchday ketiga Grup G Piala Dunia 2018 dini hari tadi.

Memang terlihat pada saat pertandingan yang digelar di Kaliningrad Stadium ini, kedua tim sama-sama menurunkan mayoritas pemain lapis kedua karena mereka sudah sama-sama lolos. Kemenangan Belgia atas pasukan The Three Lions ditentukan oleh gol indah yang dicetak eks pemain Manchester United, Adnan Januzaj di awal babak kedua.

“Saya pikir ini laga yang cukup datar. Mereka lebih mendominasi penguasaan bola dan mendapat peluang terbaik di babak pertama. Kami mendapat beberapa peluang bagus di babak kedua. Ini adalah tes yang bagus bagi kami. Marcus Rashford malam ini gagal mencetak gol (dari peluang emas) tapi kami menderita karenanya. Kami ingin memenangi pertandingan sepakbola jadi kami tak senang sudah menelan kekalahan,” jelas Southgate singkat.

Selain itu juga ada anggapan yang muncul di media bahwa Inggris dan Belgia sejatinya sama-sama tak ingin memenangi pertandingan ini sehingga tak harus lolos dengan predikat juara grup. Karena hal ini membuat mereka kemungkinan bisa bertemu Brasil atau Meksiko di fase perempat final nanti. Sementara tim runner-up ‘hanya’ berpeluang menghadapi Swedia atau Swiss.

Timnas Inggris sendiri bakal meladeni tantangan tim kuda hitam, Kolombia dalam partai babak 16 besar yang dihelat pada Rabu (4/7) dini hari WIB mendatang. Dengan demikian Inggris akan berusaha maksimal agar dapat mencapai apa yang menjadi target mereka selama ini.